Minggu, 20 Oktober 2013

Muhasabah Diri Tentang Sebuah Pernikahan (1)

Potongan sms di sore hari antara saya (S) dan teman saya (TS).
TS : Pengenn ceritaaaaaa.........
S : Cerita aja sayong :)
TS : Ntar malem ya sayang ku telpon. Hehehe
S : Okeee :D

Sedikit heran karena walau kita dekat dari SMA, dia jarang sekali curhat lewat telpon. Biasanya kalo ketemu, baru dia akan cerita panjang lebar seperti kereta. 

Malamnya, teman saya bener telpon. Ternyata dia  cerita bahwa mantannya (A)  minta balikan. A bilang kalo dia serius sama TS dan ingin menjadikan TS istrinya. TS ragu, kalau memang A serius, kenapa cuma ngomong dan gak ada hal lain yang dilakukan untuk membuktikan keseriusannya. (Perlu cowo ngerti, bahwa cewe gak butuh omongan, tapi dia butuh sikap yang menjelaskan omongannya dia)

Saya sempat kaget karena tumben TS cerita hal yang serius. Kemudian saya tanya..
S : Kamu udah pengen nikah?
TS : Iya. Emang kamu belum?
S : Belum pengen..
TS : Masa sih??
S : Iya, belum pengen, belum siap juga..

Lalu TS bercerita bahwa ada orang lain (Z) yang mendekati dan mengajak serius. Z serius akan melamar TS. TS pun bingung. Di satu sisi, bagai gayung bersambut, disaat dia ingin serius ternyata ada pria lain yang juga mengajak serius. Di sisi lain, dia takut Z hanya akan menjadi pelariannya saja. Lalu saya sarankan untuk sholat istikharoh saja ntuk menentukan pilihan.

Bagaimana kisah akhir TS? Wallohualam.. Jodoh di tangan Allah :)



Dari cerita tersebut, dapat diambil kesimpulan : 
1. Allah tidak memberi yang kita inginkan, tapi memberi yang kita butuhkan. Mungkin kita mencintai orang lain dan berharap dia jodoh kita. Jika akhirnya orang tersebut atau orang lain yang menjadi jodoh kita nantinya, yang pasti Allah lebih tau mana yang terbaik untuk kita :)
2. Saya mulai berpikir, 23 tahun bukan umur yang muda lagi. Sudah banyak teman yang menikah, bahkan sudah mempunyai anak. Sempat terbersit ("Siapa jodohku?") kemudian ("Kapan aku menikah?"). Akan tetapi sekali lagi saya berpikir, saya belum siap untuk itu. Bekal dunia dan akhirat saya masih sangat sedikit untuk menjadi seorang istri kemudian seorang ibu. Masih banyak yang harus saya perbaiki dari diri saya, masih banyak pula yang ingin saya bahagiakan sebelum janur kuning melengkung di depan rumah saya :)
3. Bagi yang belum bertemu jodoh, ingatlah bahwa jodoh sudah ada yang mengatur. Jodoh hanya Allah yang tau, dan yang pasti akan dipertemukan di waktu dan saat yang tepat. Yang perlu kita lakukan hanya memperbaiki diri agar nantinya bertemu jodoh yang terbaik karena jodoh kita adalah cerminan dari diri kita :)



Selasa, 15 Oktober 2013

Malam Idul adha 1434 H

Allahu Akbar.. 3x
Laa Ilaha Illallohu Allohu Akbar..
Allahu Akbar Walillahilhamd..

 Menikmati malam takbiran di kos di semarang.  Masih memikirkan sayur asem dan ayam ungkeban yang akan di masak esok hari untuk menyambut hari raya idul adha :))

Selasa, 25 Juni 2013

Mengapa Kita Harus Membaca Al-Qur'an? (AntiGalau1)

Lama banget gak ngeblog. Kangen pengen nulis lagi.. Gara-gara sibuk pacaran sama skripsi. Aku selalu mikirin skripsi, tapi skripsi gak pernah mikirin aku. Jahat sekali skripsi itu ya? Hehehe :)

Ngomongin soal skripsi, gak akan ada habisnya. Dari awal, sampai akhir, mungkin sampe tangannya pegel buat ngetik, tuh cerita gak akan ada habisnya. Hehehe :)

Terkadang disaat gak ada lagi yang bisa bantuin kita, baik keluarga, teman, dosen, semua gak ada yang bisa bantuin, kita merasa sendiri, merasa tak semangat lagi. Alias galau :) Sebenernya, ALLAH selalu ada untuk kita. ALLAH selalu datang disaat kita meminta pertolongannya, bahkan ALLAH selalu datang tanpa kita pinta. Tapi apa kita selalu ingat pada-Nya? Kalo diinget lagi, bisa kuliah sampe semester akhir juga pasti karena campur tangan ALLAH  :)

Balik ke galau lagi ya? kalo lagi galau, alangkah baiknya jika kita membaca Al-Qur'an. Karena setelah membaca Al-Qur'an, hati pasti merasa lebih tenang dan nyaman. Mmm... Jadi inget suatu cerita :)


Seorang muslim tua Amerika tinggal di sebuah perkebunan/area di sebelah timur Pegunungan Kentucky bersama cucu laki-lakinya. Setiap pagi Sang kakek bangun pagi dan duduk dekat perapian membaca Al-qur’an. Sang cucu ingin menjadi seperti kakeknya dan memcoba menirunya seperti yang disaksikannya setiap hari.

Suatu hari ia bertanya pada kakeknya : “ Kakek, aku coba membaca Al-Qur’an sepertimu tapi aku tak bisa memahaminya, dan walaupun ada sedikit yang aku pahami segera aku lupa begitu aku selesai membaca dan menutupnya. Jadi apa gunanya membaca Al-quran jika tak memahami artinya ?

Sang kakek dengan tenang sambil meletakkan batu-batu di perapian, memjawab pertanyaan sang cucu : “Cobalah ambil sebuah keranjang batu ini dan bawa ke sungai, dan bawakan aku kembali dengan sekeranjang air.”

Anak itu mengerjakan seperti yang diperintahkan kakeknya, tetapi semua air yang dibawa habis sebelum dia sampai di rumah. Kakeknya tertawa dan berkata, “Kamu harus berusaha lebih cepat lain kali “.

Kakek itu meminta cucunya untuk kembali ke sungai bersama keranjangnya untuk mencoba lagi. Kali ini anak itu berlari lebih cepat, tapi lagi-lagi keranjangnya kosong sebelum sampai di rumah.

Dengan terengah-engah dia mengatakan kepada kakeknya, tidak mungkin membawa sekeranjang air dan dia pergi untuk mencari sebuah ember untuk mengganti keranjangnya.

Kakeknya mengatakan : ”Aku tidak ingin seember air, aku ingin sekeranjang air. Kamu harus mencoba lagi lebih keras. ” dan dia pergi ke luar untuk menyaksikan cucunya mencoba lagi. Pada saat itu, anak itu tahu bahwa hal ini tidak mungkin, tapi dia ingin menunjukkan kepada kakeknya bahwa meskipun dia berlari secepat mungkin, air tetap akan habis sebelum sampai di rumah. Anak itu kembali mengambil / mencelupkan keranjangnya ke sungai dan kemudian berusaha berlari secepat mungkin, tapi ketika sampai di depan kakeknya, keranjang itu kosong lagi. Dengan terengah-engah, ia berkata : ”Kakek, ini tidak ada gunanya. Sia-sia saja”.

Sang kakek menjawab : ”Nak, mengapa kamu berpikir ini tak ada gunanya?. Coba lihat dan perhatikan baik-baik keranjang itu .”

Anak itu memperhatikan keranjangnya dan baru ia menyadari bahwa keranjangnya nampak sangat berbeda. Keranjang itu telah berubah dari sebuah keranjang batu yang kotor, dan sekarang menjadi sebuah keranjang yang bersih, luar dan dalam. ” Cucuku, apa yang terjadi ketika kamu membaca Qur’an ? Boleh jadi kamu tidak mengerti ataupun tak memahami sama sekali, tapi ketika kamu membacanya, tanpa kamu menyadari kamu akan berubah, luar dan dalam.

Nah intinya, dalam keadaan apapun, baik sedang senang, sedih, baik yang belum lancar baca Al-Qur'an atau yang sudah lancar, alangkah lebih baiknya jika kita rajin membaca Al-Qur'an. Karena manfaat membaca Al-Qur'an sangat banyak sekali. Seperti yang sering kita dengar " Bacalah Qur'an walau hanya satu ayat"  :)


Rabu, 16 Januari 2013

Cukuplah Keislamanmu Menjadi Mahar Bagiku

Menyingkap kisah Abu talhah ra suatu masa dahulu...

Kaum wanita Madinah mengatakan : “Belum pernah kami mendengar mahar kawin yang lebih mahal (mulia) daripada mahar Ummu Sulaim. Maharnya ialah masuk Islam."
Zaid bin Sahal an-Najjary alias Abu Thalhah mengetahui bahwa perempuan bernama Rumaisha binti Milhan an-Najjariyah, alias Ummu Sulaim, hidup menjanda sejak suaminya meninggal. Abu Thalhah sangat gembira mengetahui Ummu Sulaim merupakan perempuan baik-baik, cerdas, dan memiliki sifat-sifat perempuan yang sempurna.

Abu Thalhah bertekad hendak melamar Ummu Sulaim segera, sebelum laki-laki lain mendahuluinya. Karena, Abu Thalhah tahu, banyak laki-laki lain yang menginginkan Ummu Sulaim menjadi istrinya. Namun begitu, Abu Thalhah percaya tidak seorang pun laki-laki lain yang akan berkenan di hati Ummu Sulaim selain Abu Thalhah sendiri. Abu Thalhah laki-laki sempurna, menduduki status sosial tinggi, dan kaya raya. Di samping itu, dia terkenal sebagai penunggang kuda yang cekatan di kalangan Bani Najjar, dan pemanah jitu dari Yatsrib yang harus diperhitungkan.

Abu Thalhah pergi ke rumah Ummu Sulaim. Dalam perjalan ia ingat, Ummu Sulaim pernah mendengar dakwah seorang dai yang datang dari Mekah, Mushab bin Umair. Lalu, Ummu Sulaim beriman dengan Muhammad dan menganut agama Islam. Tetapi, setelah berpikir demikian, dia berkata kepada dirinya, “Hal ini tidak menjadi halangan. Bukankah suaminya yang meninggal menganut agama nenek moyangnya? Bahkan, suaminya itu menentang Muhammad dan dakwahnya."
Abu Thalhah tiba di rumah Ummu Sulaim. Dia minta izin untuk masuk, maka diizinkan oleh Ummu Sulaim. Putra Ummu Sulaim, Anas, hadir dalam pertemuan mereka itu. Abu Thalhah menyampaikan maksud kedatangannya, yaitu hendak melamar Ummu Sulaim menjadi istrinya. Ternyata Ummu Sulaim menolak lamaran Abu Thalhah.
Kata Ummu Sulaim, “Sesungguhnya laki-laki seperti Anda, wahai Abu Thalhah, tidak pantas saya tolak lamarannya. Tetapi aku tidak akan kawin dengan Anda, karena Anda kafir.”
Abu Thalhah mengira Ummu Sulaim hanya sekedar mencari-cari alasan. Mungkin di hati Ummu Sulaim telah berkenan laki-laki lain yang lebih kaya dan lebih mulia daripadanya.
Kata Abu Thalhah, “Demi Allah! Apakah yang menghalangi engkau untuk menerima lamaranku, hai Ummu Sulaim?”
Jawab Ummu Sulaim, “Tidak ada, selain itu.”
Tanya Abu Thalhah, “Apakah yang kuning ataukah yang putih…? Emas atau perak?”
Ummu Sulaim balik bertanya, “Emas atau perak…?”
“Ya, emas atau perak?” jawab Abu Thalhah menegaskan.
Kata Ummu Sulaim, “Kusaksikan kepada Anda, hai Abu Talhah, kusaksikan kepada Allah dan Rasul-Nya, sesungguhnya jika engkau Islam, aku rela Anda menjadi suamiku tanpa emas dan perak, CUKUPLAH KEISLAMANMU MENJADI MAHAR BAGIKU.."


Mendengar ucapan dari Ummu Sulaim tersebut, Abu Thalhah teringat akan patung sembahannya yang terbuat dari kayu bagus dan mahal. Patung itu khusus dibuatnya untuk pribadinya, seperti kebiasaan bangsawan-bangsawan kaumnya, Bani Najjar.
Ummu Sulaim telah bertekad hendak menempa besi itu selagi masih panas (mengislamkan Abu Talhah). Sementara Abu Thalhah terbengong-bengong melihat berhala sesembahannya, Ummu Sulaim melanjutkan bicaranya, “Tidak tahukah Anda, wahai Abu Thalhah, patung yang Anda sembah itu terbuat dari kayu yang tumbuh di bumi?” Tanya Ummu Sulaim.
“Ya, Betul!” jawab Abu Thalhah.

“Apakah Anda tidak malu menyembah sepotong kayu menjadi Tuhan, sementara potongannya yang lain Anda jadikan kayu api untuk memasak? Jika Anda masuk Islam, hai Abu Thalhah, aku rela engkau menjadi suamiku. Aku tidak akan meminta mahar darimu selain itu,” kata Ummu Sulaim.
“Siapakah yang harus mengislamkanku?” Tanya Abu Thalhah.

“Aku bisa,” jawab Ummu Sulaim.
“Bagaimana caranya?” tanya Abu Thalhah.
“Tidak sulit. Ucapkan saja kalimat syahadah! Saksikan tidak ada ilah selain Allah dan sesungguhnya Muhammad Rasulullah. Sesudah itu pulang ke rumahmu, hancurkan berhala sembahanmu, lalu buang!” kata Ummu Sulaim menjelaskan.
Abu Thalhah tampak gembira. Lalu, dia mengucapkan dua kalimat syahadah. Sesudah itu Abu Thalhah menikah dengan Ummu Sulaim. Mendengar kabar Abu Thalhah menikah dengan Ummu Sulaim dengan maharnya Islam, maka kaum muslimin berkata, “Belum pernah kami mendengar mahar yang lebih mahal (mulia) daripada mahar Ummu Sulaim. Maharnya ialah masuk Islam."
Sejak hari itu Abu Thalhah berada di bawah naungan bendera Islam. Segala daya yang ada padanya dikorbankan untuk berkhidmat kepada Islam.
Abu Thalhah dan istrinya, Ummu Sulaim, termasuk kelompok tujuh puluh yang bersumpah setia (baiat) dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di Aqabah. Abu Thalhah ditunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjadi kepala salah satu regu dari dua belas regu yang dibentuk malam itu atas perintah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk mengislamkan Yatsrib.

Dia ikut berperang bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam setiap peperangan yang dipimpin beliau. Dalam peperangan itu, tidak urung pula Abu Thalhah mendapatkan cobaan-cobaan yang mulia. Tetapi, cobaan yang paling besar diderita Abu Thalhah ialah ketika berperang bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam Perang Uhud. Dengarkanlah kisahnya!
Abu Thalhah mencintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sepenuh hati, sehingga perasaan cintanya itu mengalir ke segenap pembuluh darahnya. Dia tidak pernah merasa jemu melihat wajah yang mulia itu, dan tidak pernah merasa bosan mendengar hadis-hadis beliau yang selalu terasa manis baginya. Apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdua saja dengannya, dia bersimpuh di hadapan beliau sambil berkata, “Inilah diriku, kujadikan tebusan bagi diri Anda dan wajahku pengganti wajah Anda.”

Ketika terjadi Perang Uhud, barisan kaum muslimin terpecah-belah. Mereka lari kocar-kacir dari samping Rasulullah. Oleh karena itu, kaum musyrikin sempat menerobos pertahanan mereka sampai ke dekat beliau. Musuh berhasil menciderai beliau, mematahkan gigi, melukai dahi, dan bibir beliau, sehingga darah mengalir membasahi mukanya. Lalu kaum musyrikin menyiarkan isu Rasulullah telah wafat.
Mendengar teriakan Rasulullah itu, kaum muslimin menjadi kecut, lalu lari porak-poranda memberikan punggung mereka kepada musuh-musuh Allah. Hanya beberapa orang saja tentara muslimin yang tinggal mengawal dan melindungi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Di antara mereka adalah Abu Thalhah yang berdiri paling depan.

Abu Thalhah berada di hadapan Rasulullah bagaikan sebuah bukit berdiri dengan kokohnya melindungi beliau. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdiri di belakangnya, terlindung dari panah dan lembing musuh oleh tubuh Abu Thalhah. Abu Thalhah menarik tali panahnya, kemudian melepaskan tali anak panah tepat mengenai sasaran tanpa pernah gagal. Dia memanah musuh satu demi satu. Tiba-tiba Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mendongakkan kepala melihat siapa sasaran panah Abu Thalhah.
Abu Thalhah mundur menghampiri beliau, karena khawatir beliau terkena panah musuh. “Demi Allah, janganlah Rasulullah mendongakkan kepala melihat mereka, nanti terkena panah mereka. Biarkan leher dan dadaku sejajar dengan leher dan dada Rasulullah. Jadikan aku menjadi perisai Anda,” ujarnya mantap.

Seorang prajurit muslim tiba-tiba lari ke dekat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sambil membawa kantong anak panah. Rasulullah memanggil prajurit itu. Kata beliau, “Berikan anak panahmu kepada Abu Thalhah. Jangan dibawa lari!” Abu Thalhah senantiasa melindungi Rasulullah sehingga tiga batang busur panah patah olehnya, dan sejumlah prajurit musyrikin tewas dipanahnya.

Allah menyelamatkan dan memelihara Nabi-Nya yang selalu berada dibawah pengawasan-Nya sampai pertempuran usai.
Abu Thalhah sangat pemurah dengan nyawanya berperang fisabilillah, namun lebih pemurah lagi mengorbankan hartanya untuk agama Allah. Abu Thalhah mempunyai sebidang kebun kurma dan anggur yang amat luas. Tidak ada kebun di Yatsrib seluas dan sebagus kebun Abu Thalhah. Pohon-pohonnya rimbun, buah-buahnya subur, dan airnya manis.

Pada suatu hari ketika Abu Thalhah shalat di bawah naungan sebatang pohon nan rindang, pikirannya terganggu oleh siulan burung berwarna hijau, berparuh merah, dan kedua kakinya indah berwarna. Burung itu melompat dari dahan ke dahan dengan suka citanya, bersiul-siul dan menari-nari. Abu Thalhah kagum melihat burung itu. Dia membaca tasbih, tetapi pikirannya tidak lepas dari burung itu.

Ketika menyadari bahwa ia sedang shalat, dia lupa sudah berapa rakaat shalatnya. Dua atau tiga rakaatkah dia tak ingat. Selesai shalat dia pergi menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan menceritakan kepada beliau peristiwa yang baru dialaminya dalam shalatnya. Diceritakannya pula kepada beliau pohon-pohon nan rindang dan burung yang bersiul sambil menari-nari ketika dia sedang shalat.

Kemudian katanya, “Saksikan wahai Rasulullah! Kebun itu aku sedekahkan kepada Allah dan Rasul-Nya. Pergunakanlah sesuai kehendak Allah dan Rasul-Nya.”
Abu Thalhah sering berpuasa dan berperang sepanjang hidupnya. Bahkan, dia meninggal ketika sedang berpuasa dan berperang fisabilillah.

Pada zaman khalifah Utsman bin Affan, kaum muslimin bertekad hendak berperang di lautan. Abu Thalhah bersiap-siap untuk turut dalam peperangan itu bersama-sama dengan tentara muslimin.
Kata anak-anaknya, “Wahai Bapak kami!” Bapak sudah tua. Bapak sudah turut berperang bersama-sama Rasulullah, Abu Bakar, dan Umar bin Khattab. Kini Bapak harus beristirahat. Biarlah kami berperang untuk Bapak.”

Jawab Abu Thalhah, “Bukankah Allah Azza wa Jalla telah berfirman, yang artinya, ”Berangkatlah kamu dalam keadaan senang dan susah, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu menyadari.” (At-Taubah : 41). Firman Allah itu memerintahkan kita semua, baik tua maupun muda. Allah tidak membatasi usia kita untuk berperang.”
Abu Thalhah menolak permintaan anak-anaknya untuk tinggal di rumah, dan bersikeras untuk ikut berperang.

Ketika Abu Talhah yang sudah lanjut usia itu berada di atas kapal bersama-sama dengan tentara muslimin di tengah lautan, dia jatuh sakit, lalu meninggal di kapal. Kaum muslimin melihat-lihat daratan, mencari tempat memakamkan Abu Thalhah. Tetapi, enam hari setelah wafatnya, barulah mereka bertemu dengan daratan. Selama itu jenazah Abu Thalhah disemayamkan di tengah-tengah mereka di atas kapal tanpa berubah sedikit pun jua. Bahkan, dia layaknya seperti orang yang tidur nyenyak saja.

wallahua'lam bissawab...

Selasa, 25 Desember 2012

Maag

Manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Tetapi dibalik semua kesempurnaan tersebut, terdapat ketidaksempurnaan yang membedakan kita dengan Sang Pencipta. Salah satunya adalah sakit. Dan yang aka saya bahas kali ini adalah sakit maag. Karena saya bukan orang kesehatan, jadi mohon maaf apabila ada salah, dan silakan bagi yang mau menambahi ^_^

1. Maag menurut ilmu pengetahuan
Sakit Maag merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering membawa seseorang untuk datang ke dokter mencari pertolongan medis. Sakit Maag yang membawa pasien datang ke dokter kadang kala memiliki interpretasi yang berbeda-beda. Tetapi secara umum jika seseorang merasakan sakit pada daerah ulu hatinya maka mereka biasanya langsung menyebutkan bahwa dia menderita sakit Maag. Jika diteliti dari arti katanya sendiri Maag sendiri berasal dari bahasa Belanda artinya Lambung, maka orang yang mempunyai masalah dengan lambungnya akan merasakan bahwa dia mengalami sakit Maag. Secara medis istilah yang sering digunakan untuk sakit Maag ini adalah Dispepsia. Secara definisi Dispepsia sendiri adalah rasa nyeri atau tidak nyaman disekitar ulu hati. Pasien dengan Dispepsia atau Sakit Maag ini juga biasanya datang dengan keluhan lain seperti rasa mual bahkan sampai muntah. Selain itu bisa juga timbul keluhan-keluhan lain seperti kembung cepat kenyang, nafsu makan yang berkurang, sering sendawa. Survey yang dilakukan pada masyarakat Jakarta tahun lalu yang melibatkan 1645 responden mendapatkan bahwa pasien dengan masalah sakit maag ini mencapai angka 60 %. Artinya masalah sakit maag ini memang ada di masyarakat dan tentunya harus menjadi perhatian kita semua.

Sindroma Dispepsia
Kumpulan gejala nyeri atau rasa tidak   nyaman di ulu hati, mual, muntah, rasa cepat kenyang, rasa penuh di lambung, kembung, atau sendawa.

Ditemukan pada:
- Gastritis (radang lambung)
- Tukak Peptik

 Gastritis ( radang lambung )
  • peradangan pada mukosa lambung.
  • Ada 2 macam gastritis :
    • Akut
    • Kronis
Gangguan keseimbangan asam lambung merupakan dasar penting terjadinya gastritis. Gastritis dapat timbul tanpa diketahui penyebabnya.

Faktor pencetus :
  1. Makanan yang merangsang lambung
  2. Merokok
  3. Minum alkohol
  4. Kondisi stress
  5. Konsumsi obat-obatan dalam jangka waktu lama
  6. Makan tidak teratur
Pengobatan:
  • Menetralkan asam lambung di dalam lambung
  • Mengurangi produksi asam lambung
  • Memperkuat pertahanan mukosa lambung
Tukak Peptik
  • Kerusakan/hilangnya jaringan mukosa, submukosa sampai lapisan otot
  • Meliputi :
    • Tukak Lambung : Tukak pada lambung
      ->Asam lambung normal / Asam lambung rendah
    • Tukak 12 Jari : Tukak pada usus 12 jari
      ->Asam lambung tinggi
Gejala :
  • Rasa nyeri yang tajam, perih, ~ terbakar di ulu hati
    -> dapat ditunjuk dengan 1 jari
  • Sebab : rangsangan asam lambung
  • Muntah darah (hematemesis)
  • Buang air berdarah (melena)
Perjalanan penyakit tukak peptik

Pada orang sehat terdapat suatu keseimbangan atara 2 faktor :
- Faktor perusak (agresif)
- Faktor pertahanan ( defensif )
  • Faktor perusak :
    Dapat merupakan faktor dari dalam dan dari luar lambung
  • Faktor pertahanan :
    Terdiri dari lapisan mukosa lambung dan zat kimia dalam lambung.
Bila terjadi gangguan keseimbangan antara faktor perusak dan pertahanan, maka akan terjadi gangguan pada selaput lendir lambung dan usus 12 jari.

Keadaan tidak seimbang dapat berupa :
  • Jumlah asam lebih banyak, sedangkan pertahanan mukosa dalam keadaan normal
  • Jumlah asam normal, tetapi pertahanan mukosa menurun
  • Kombinasi antara peningkatan jumlah asam dengan penurunan pertahanan mukosa
Pembagian sakit maag

Secara garis besar sakit maag ini dibagi 2 :
  • penyakit maag yang organik
  • penyakit maag fungsional
Pembagian ini dilakukan tentunya setelah melalui pemeriksaan terutama pemeriksaan endoskopi atau teropong saluran cerna dalam hal ini tentunya teropong saluran cerna atas. Dispespsia fungsional ditetapkan jika dengan pemeriksaan baik secara endoskopi, pemeriksaan ultrasonografi dan pemeriksaan laboratorium tidak ditemukan penyebab lain dari sakit maag tersebut.

Definisi Dispepsia atau sakit maag fungsional mutakhir yang dipublikasi tahun lalu oleh pakar dunia dibidang penyakit lambung menyatakan orang yang mempunyai masalah dengan maagnya berupa nyeri atau rasa panas di daerah ulu hati, rasa penuh atau tidak nyaman setelah makan dan rasa cepat kenyang yang telah berlangsung minimal selama 3 bulan dalam rentang waktu selama 6 bulan. Dari definisi ini jelas bahwa tentunya orang mempunyai sakit maag yang fungsional jika merasakan keluhan pada lambung sudah berlangsung lama.

Dispepsia fungsional ini memang sangat berhubungan erat dengan fator psikis. Berbagai penelitian memang telah membuktikan hubungan antara faktor fungsional dengan faktor stress yang dialami seseorang terutama faktor kecemasan (ansietas). Penelitian yang kami lakukan dan penelitian di luar negeri menunjukkan bahwa kejadian sakit maag yang fungsional ini lebih besar dari sakit maag yang organik yaitu mencapai 70-80 % kasus sakit maag. Tetapi tentunya, adanya kekerapan yang lebih besar dari sakit maag karena fungsional bukan kita selalu beranggapan kalau kita mempunyai masalah dengan maag kita selalu berhubungan dengan masalah stress. Karena tetap harus dipikirkan kemungkinan penyebab organik pada sakit maag tersebut.

Penyakit maag organic ditetapkan jika dalam pemeriksaan endoskopi ditemukan kelainan – kelainan pada organ lambungnya sendiri. Berbagai penyakit saluran cerna atas yang dapat ditemukan pada saat dilakukan pemeriksaan endoskopi atas adalah luka pada kerongkongan, tukak pada lambung dan atau usus dua belas jari. Selain itu adanya polip atau tumor ganas pada pemeriksaan endoskopi pasien dengan keluhan sakit maag tersebut juga merupakan sakit maag yang organik. Walaupun secara statistik adanya tumor pada saluran cerna bagian atas kemungkinannya kurang dari 1 %, kita harus tetap mewaspadai adanya kemungkinan kanker lambung pada pasien dengan keluhan sakit maag tersebut.

Beberapa penyakit lain yang juga berhubungan dengan saluran pencernaan kita yang dikatagorikan sakit maag, antara lain : Gastrooesophageal reflux disease (GORD).Gastroparesis dan Gastroparesis diabeticorum.

Gastroparesis
Gastroparesis di definisikan sebagai ketidakmampuan lambung untuk mengosongkan ruangan. Hal ini terjadi dimana makanan yang berbentuk benda padat tetap tertahan di perut/lambung. Banyak yang dapat menyebabkan gastroparesis, termasuk diantaranya penyakit yang tidak diketahui sebabnya, tapi penyebab yang paling umum adalah diabetes mellitus. Pada beberapa pasien dengan gastropareis, hanya cairan dan partikel berukuran lebih kecil dari 2mm yang bisa disalurkan atau dikeluarkan dari lambung, ini merupakan salah satu perkembangan penting untuk pengembangan obat bagi penyakit ini.

Gastroparesis diabeticorum
Pergerakan lambung yang tidak normal terjadi pada 60% pasien pengidap diabetes mellitus. Proses kosongnya lambung, dikontrol melalui saraf vagus. Pada pasien pengidap penyakit ini, pergerakan yang abnormal tersebut sangat nyata terlihat. Pylorospasm (tertahannya aliran pada lubang antara usus dan lambung) mungkin dapat terjadi dan mengakibatkan tertahannya pergerakan alur keluar dari lambung. Pengosongan cairan perut mungkin saja normal, tetapi pengosongan benda keras atau solid seringkali terlambat.

Disamping gejala tidak lancarnya aliran darah seperti rasa sakit yang ditimbulkan pada bagian atas perut, mual, perut terasa penuh, muntah-muntah setelah makan dan merasa cepat kenyang karena mual, konsentrasi perputaran glukosa dalam darah dapat terganggu dan saat tekanan gula darah meninggi dan mengganggu pengosongan perut, ada kemungkinan hal ini mempercepat menumpukan keton dalam darah sehingga zat asam dalam darah meninggi dan menyebabkan diabetes.

Penyebab terjadinya gangguan motorik lubang yang berada pada usus dan lambung tersebut (pathophysiology) masih belum ditemukan. Tingginya gula dalam darah (hyperglycaemia) dapat menyebabkan tertundanya pengosongan lambung. Gerakan terkonsentrasi plasma pernah dilaporkan pada pasien gastroparesis. Akan tetapi, ini mungkin proses tambahan, karena pengobatan dengan prokinetik dapat menyebabkan turunnya konsentrasi gerakan plasma.

Methods untuk mengkonfirmasi diagnosa keluar dari luka struktural seperti bisul atau penyempitan organ tersebut, para dokter biasanya menggunakan oesophago-gastroduodenoscopy (sejenis endoskopi untuk mengecek bagian pencernaan manusia), dilanjutkan dengan teknik untuk membantu pengosongan lambung. Sebagai tambahan, electrogastrography (EGG) mungkin digunakan untuk mematikan perubahan aktivitas gerakan motor lambung seperti tachygastria, yang biasa timbul pada penderita diabetes yang disebabkan oleh tidak mampunya lambung untuk mengosongkan ruangan (gastroparesis).

Tes yang digunakan untuk mengkonfirmasi diagnosa dan membantu terapi penyembuhan penyakit ini termasuk diantaranya radiolabelled scintigraphy, 13C-acetate dan octanoate breath tes.

Pengobatan gastroparesis
Pengobatan baik untuk diabetes dan idiopathic gastroparesis (luka lambung yang disebabkan gastroparesis), kontrol glycaemic sangat penting sama pentingnya dengan menurunkan konsentrasi gula darah yang mungkin dapat mempercepat pengosongan lambung.

Agents Prokinetic adalah obat yang biasa digunakan untuk meningkatkan aktivitas gerakan lambung. Obat yang mengandung Metoclopramide (10 mg 30 menit sebelum makan dan saat hendak tidur) dan domperidone (10-20 mg empat kali sehari) mampu meningkatkan gerakan lambung dan mempercepat pengosongan lambung. Hal ini mungkin terjadi jika dikombinasikan dengan relaksasi pyloric dan gerakan peristaltik usus halus. Akan tetapi manfaat obat-obat ini biasanya hilang dalam waktu 6 minggu, walaupun pada beberapa pasien.

Masih banyak obat-obat jenis lain yang biasa digunakan untuk mengobati penyakit ini, antara lain obat yang mengandung Cisapride, antibiotic erythromycin, dan lain-lain sering digunakan untuk mengobati pasien diabetic gastroparesis. Para peneliti juga menemukan obat jenis baru yaitu obat yang mengandung Tegaserod, untuk mengobati penyakit ini. Akan tetapi obat tersebut masih belum beredar dan masih dalam tahap uji coba.

Sayangnya semua terapi medis untuk gastroparesis tidak memperlihatkan efek yang cukup baik dalam jangka panjang. Akan tetapi pengobatan jangka panjang telah di coba untuk memperbaki aktivitas myoelectric pada lambung. Saat ini, penggunaan stimulasi listrik untuk lambung juga diujicobakan untuk mengobati penyakit ini.

Uji coba tersebut diharapkan mampu meningkatkan aktivitas motorik pada perut manusia. Hal ini pernah dilaporkan pada sebuah ujicoba tahun 1985,'Waterfall et al'. Pada uji coba tersebut diperlihatkan kemungkinan untuk melatih dan membangun otot halus pada lambung dalam tubuh manusia. Ini bisa terjadi jika menggunakan energi yang cukup. Sementara itu Familoni et al, digunakan untuk meningkkan pengosongan lambung paling tidak sampai 1 tahun pada wanita pengidap diabetic gastroparesis dengan menggunakan alat stimulasi lambung listrik.

Kesimpulannya, banyak tes dalam penelitian fungsi dari sistem pencernaan tetap harus melihat aspek lain dalam sistem pencernaan tersebut, terutama sistem 'delivery'nya. Intragastric dan oesophageal pH-metry, serta analisa cairan lambung juga dilakukan untuk membantu terapi penyakit yang berhubungan dengan meningkatnya produksi asam lambung sehingga naik ke atas atau gastrooesophageal reflux disease. Penelitian tambahan pada penyakit yang berhubungan dengan pengosongan lambung, mungkin berguna tidak hanya dalam pengembangan obat-obatan untuk mengobati gastroparesis, tetapi juga dokumen pengaruh kekuatan lambung pada obat-obatan.

2. Maag menurut cara tradisional
Cara tradisional untuk penderita maag adalah dengan diet sehat. Berikut tiga tips diet sehat bagi penderita maag :
  • Makan teratur. Makan dengan jarak waktu teratur adalah prinsip utama bagi penderita maag. Makanlah dalam porsi kecil setiap 3 jam sekali. Jangan pernah membiarkan perut terlalu lama kosong. Selain mengurangi makan, cobalah lebih teratur berolahraga, misalnya jalan kaki 30 menit sehari.
  • Step by step. Menurunkan berat badan sebaiknya tak dilakukan secara drastis. Capailah berat badan ideal dalam beberapa tahap. Misalnya, tahap pertama, tentukan target menurunkan berat badan sekitar 5-10 persen atau 4-9 kg dari berat badan saat ini. Setelah target pertama tercapai, barulah menentukan target kedua, dan selanjutnya.
  • Perkecil porsi. Kurangi jumlah makanan hingga 1/3 atau 1/2 dari porsi yang biasa Anda makan. Ganti camilan dengan buah-buahan segar yang tidak asam. Minum susu nonfat tanpa gula atau teh hangat tanpa gula. Sebagai teman minum teh, Anda bisa memilih crackers sehat. Selain itu, hindari pengolahan makanan dengan minyak atau santan kental. Di tengah menjalani program diet ini, jika perlu berkonsultasilah dengan dokter untuk konsumsi obat maag.

3. Maag menurut ilmu Islam
Ternyata Islam juga puna obat yang mujarab buat yang punya penyakit maag loh.. Tidak perlu jauh2 ke dokter, juga tidak perlu mahal2 beli obat. Cukup dengan puasa ^_^
 Mengapa harus berpuasa?
  • Saat berpuasa makan menjadi teratur (pagi dan sore)
  • Lebih mampu mengendalikan diri dan Pola hidup lebih teratur (kurang lebih 14 jam tanpa makan dan minum)
  • Mengurangi zat berbahaya ke tubuh seperti rokok, minuman soda, kopi dsb.

Sebagaimana anjuran yang sunnah dilakukan ketika berpuasa, ternyata dalam melakukan puasa agar benar-benar efektif sebagai obat untuk menyembuhkan sakit maag ini, hal berikut harus pula diperhatikan :
  • Berbuka dengan yang manis
  • Makan yang ringan terlebih dahulu
  • Hindari makanan yang berlemak, merusak dinding lambung (cuka, pedas), merangsang pengeluaran asam lambung (kopi, susu full krim), sulit dicerna (keju), mengandung gas (sawi) dsb.
Nah, jika hal diatas sudah dilakukan, tinggal menanti kapan tibanya keputusan Tuhan Yang Maha Kuasa untuk menyembuhkan tersebut.

Selamat mencoba^_^

Senin, 24 Desember 2012

Fenomena 25 Desember

25 Desember..
Bagi Kaum Muslim, mungkin bukan tanggal yang spesial. Akan tetapi, berbeda dengan Kaum Nasrani. Setiap tanggal 25 Desember, Kaum Nasrani merayakan Hari Kelahiran Al Masih. Walaupun sebenarnya 25 Desember bukanlah hari kelahiran Yesus Sang Mesias (Isa Al-Masih). Walaupun gereja Katolik menganggapnya begitu.
Encyclopedia Britannica (1946), menjelaskan, “Natal bukanlah upacara-upacara awal gereja. Yesus Kristus atau para muridnya tidak pernah menyelenggarakannya, dan Bible (Alkitab) juga tidak pernah menganjurkannya. Upacara ini diambil oleh gereja dari kepercayaan kafir penyembah berhala.”
Secara sains, dibuktikan tanggal 25 Desember adalah pertama kalinya matahari bergerak ke arah utara dan memberikan kehangatan setelah matahari berada di titik terendah di selatan pada 22-24 Desember (winter solstice) yang menyebabkan bumi berada di titik terdingin.
Karena itulah orang Yunani pada masa awal merayakan lahirnya Dewa Mithra pada 25 Desember, dan orang Latin merayakan hari yang sama sebagai kelahiran kembali Sol Invictus (Dewa Matahari pula)
Singkatnya, Bila kelahiran Yesus disangka 25 Desember, maka itu adalah kesalahan yang nyata
Namun, bukan itu masalahnya. Masalahnya adalah bahwa umat Kristen telah menjadikan tanggal 25 bukan hanya sebagai peringatan, tapi perayaan kelahiran ‘Tuhan Yesus’ bagi mereka. Sehingga permasalahannya berubah menjadi permasalahan aqidah.
Karena itu dalam Isla, kita dilarang mengucapkan selamat natal. Karena itu sama saja dengan kita mengakui bahwa Natal adalah hari lahir ‘Tuhan Yesus’ bagi mereka.
Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih (QS al-Maaidah [5] : 73)
Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku (TQS al-Kaafiruun [109] : 6)
Karena itu, cara toleransi yang baik adalah membiarkan mereka melakukan apa yang mereka yakini. Tanpa kita ganggu.
^_^


Senin, 03 Desember 2012

Desember Wish

Di awal desember, banyak hal yang tidak diinginkan yang terjadi. Tapi saya tidak akan menuliskan itu semua. Saya hanya akan fokus pada hal baik yang saya kejar, bukan hal buruk yang hanya akan menimbulkan emosi belaka.
Fokus pada banyak hal merupakan hal yang sulit dilakukan, tapi bukan tidak bisa dilakukan. Hanya butuh pembenahan diri, juga manajemen waktu juga manajemen hati. Insya ALLAH itu yang akan saya lakukan pada bulan ini.
Manajemen hati_
dengan lebih mendekatkan diri pada yang diAtas.
Manajemen waktu_
dengan lebih membagi mana yang penting dan mendesak :)

Jumat, 23 November 2012

Keutamaan Puasa 9 dan 10 Muharram

Sejarah puasa 'Asyura
Hari 'Asyura atau 10 Muharram adalah hari yang agung, pada hari tersebut Allah menyelamatkan nabi Musa dan Harun 'alaihimas salam dan Bani Israil dari pengejaran Fir'aun dan bala tentaranya di Laut Merah. Untuk mensyukuri nikmat yang agung tersebut, kaum Yahudi diperintahkan untuk melaksanakan shaum 'Asyura.
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ الله عَنْهُمَا، قَالَ: قَدِمَ النَّبِيُّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ المَدِينَةَ فَرَأَى اليَهُودَ تَصُومُ يَوْمَ عَاشُورَاءَ، فَقَالَ: «مَا هَذَا؟»، قَالُوا: هَذَا يَوْمٌ صَالِحٌ هَذَا يَوْمٌ نَجَّى الله بَنِي إِسْرَائِيلَ مِنْ عَدُوِّهِمْ، فَصَامَهُ مُوسَى، قَالَ: «فَأَنَا أَحَقُّ بِمُوسَى مِنْكُمْ»، فَصَامَهُ، وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata: "Nabi shallallalhu 'alaihi wa salam tiba di Madinah, maka beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa hari 'Asyura. Beliau bertanya kepada mereka: "Ada apa ini?"
Mereka menjawab, "Ini adalah hari yang baik. Pada hari ini Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuh mereka. Maka Nabi Musa berpuasa pada hari ini."
Nabi shallallalhu 'alaihi wa salam bersabda, "Saya lebih layak dengan nabi Musa dibandingkan kalian." Maka beliau berpuasa 'Asyura dan memerintahkan para shahabat untuk berpuasa 'Asura."(HR. Bukhari dan Muslim)
Kaum musyrik Quraisy sendiri juga telah melaksanakan shaum 'Asyura pada zaman jahiliyah. Mereka menganggap hari tersebut adalah hari yang agung sehingga mereka melakukan penggantian kain Ka'bah (kiswah) pada hari tersebut. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam juga telah melakukan puasa 'Asyura sejak sebelum diangkat menjadi nabi sampai saat beliau berhijrah ke Madinah. Hal ini mengindikasikan, wallahu a'lam, puasa 'Asyura diwarisi oleh kaum Quraisy dari ajaran nabi Ibrahim dan Ismail 'alaihimas salam.
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ الله عَنْهَا قَالَتْ: كَانُوا يَصُومُونَ عَاشُورَاءَ قَبْلَ أَنْ يُفْرَضَ رَمَضَانُ، وَكَانَ يَوْمًا تُسْتَرُ فِيهِ الكَعْبَةُ، فَلَمَّا فَرَضَ الله رَمَضَانَ، قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ شَاءَ أَنْ يَصُومَهُ فَلْيَصُمْهُ، وَمَنْ شَاءَ أَنْ يَتْرُكَهُ فَلْيَتْرُكْهُ»
Dari Aisyah radiyallahu 'anha berkata: "Mereka biasa melakukan puasa pada hari 'Asyura (10 Muharram) sebelum diwajibkannya puasa Ramadhan. Pada hari tersebut Ka'bah diberi kain penutup (kiswah). Ketika Allah mewajibkan puasa Ramadhan, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam bersabda: "Baarangsiapa ingin berpuasa 'Asyura, silahkan ia berpuasa. Dan barangsiapa ingin tidak berpuasa 'Asyura, silahkan ia tidak berpuasa." (HR. Bukhari)
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ الله عَنْهَا، قَالَتْ: «كَانَ يَوْمُ عَاشُورَاءَ تَصُومُهُ قُرَيْشٌ فِي الجَاهِلِيَّةِ، وَكَانَ رَسُولُ الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُهُ، فَلَمَّا قَدِمَ المَدِينَةَ صَامَهُ، وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ، فَلَمَّا فُرِضَ رَمَضَانُ تَرَكَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ، فَمَنْ شَاءَ صَامَهُ، وَمَنْ شَاءَ تَرَكَهُ»
Dari Aisyah radiyallahu 'anha berkata: "Kaum musyrik Quraisy mengerjakan puasa pada hari 'Asyura (10 Muharram) sejak zaman jahiliyah. Demikian pula Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam mengerjakan puasa 'Asyura. Ketika beliau tiba di Madinah, maka beliau berpuasa 'Asyura dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa. Kemudian ketika puasa Ramadhan diwajibkan, beliau meninggalkan puasa hari 'Asyura. Maka barangsiapa ingin, ia boleh berpuasa 'Asyura. Dan barangsiapa ingin, ia boleh tidak berpuasa." (HR. Bukhari dan Muslim)
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam pada waktu di Madinah mewajibkan umat Islam untuk melaksanakan shaum 'Asyura.
عَنْ سَلَمَةَ بْنِ الأَكْوَعِ رَضِيَ الله عَنْهُ، قَالَ: أَمَرَ النَّبِيُّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلًا مِنْ أَسْلَمَ: " أَنْ أَذِّنْ فِي النَّاسِ: أَنَّ مَنْ كَانَ أَكَلَ فَلْيَصُمْ بَقِيَّةَ يَوْمِهِ، وَمَنْ لَمْ يَكُنْ أَكَلَ فَلْيَصُمْ، فَإِنَّ اليَوْمَ يَوْمُ عَاشُورَاءَ "
Dari Salamah bin Al-Akwa' radhiyallahu 'anhuma berkata: "Nabi shallallahu 'alaihi wa salam memerintahkan seseorang dari suku Aslam: "Umumkanlah kepada masyarakat bahwa barangsiapa tadi pagi telah makan, maka hendaklah ia berpuasa pada sisa harinya. Dan barangsiapa belum makan tadi pagi, maka hendaklah ia berpuasa. Karena hari ini adalah hari Asyura'." (HR. Bukhari dan Muslim)
عَنِ الرُّبَيِّعِ بِنْتِ مُعَوِّذٍ، قَالَتْ: أَرْسَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غَدَاةَ عَاشُورَاءَ إِلَى قُرَى الأَنْصَارِ: «مَنْ أَصْبَحَ مُفْطِرًا، فَلْيُتِمَّ بَقِيَّةَ يَوْمِهِ وَمَنْ أَصْبَحَ صَائِمًا، فَليَصُمْ»، قَالَتْ: فَكُنَّا نَصُومُهُ بَعْدُ، وَنُصَوِّمُ صِبْيَانَنَا، وَنَجْعَلُ لَهُمُ اللُّعْبَةَ مِنَ العِهْنِ، فَإِذَا بَكَى أَحَدُهُمْ عَلَى الطَّعَامِ أَعْطَيْنَاهُ ذَاكَ حَتَّى يَكُونَ عِنْدَ الإِفْطَارِ
Dari Rubayyi' binti Mu'awwidz radhiyallahu 'anha berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam mengirimkan seorang pemberi pengumuman pada pagi hari 'Asyura ke kampung-kampung Anshar, untuk mengumumkan "Barangsiapa siapa tadi pagi telah makan, hendaklah ia menyempurnakannya sampai akhir hari ini (berpuasa) dan barangsiapa telah berpuasa sejak tadi pagi, maka hendaklah ia berpuasa."
Sejak saat itu kami selalu berpuasa 'Asyura dan kami jadikan anak-anak kecil kami berpuasa 'Asyura. Kami membuatkan mainan boneka untuk mereka dari bulu domba. Jika salah seorang di antara mereka menangis karena lapar, maka kami berikan kepadanya mainana itu, begitulah sampai datangnya waktu berbuka." (HR. Bukhari dan Muslim)
Dengan turunnya kewajiban puasa Ramadhan, maka status hukum puasa 'Asyura berubah dari wajib menjadi "sekedar" sunah.

Sejarah puasa Tasu'a
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا، قَالَ: حِينَ صَامَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ قَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ إِنْ شَاءَ اللهُ صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ» قَالَ: فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ، حَتَّى تُوُفِّيَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata: "Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam melakukan puasa 'Asyura dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa 'Asyura, maka para sahabat berkata: "Wahai Rasulullah, ia adalah hari yang diagungkan oleh kaum Yahudi dan Nasrani."
Maka beliau bersabda, "Jika begitu, pada tahun mendatang kita juga akan berpuasa pada hari kesembilan, insya Allah."
Ternyata tahun berikutnya belum datang, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam telah wafat." (HR. Muslim)

Keutamaan puasa Tasu'a dan 'Asyura
  1. Wujud syukur kepada Allah yang telah menyelamatkan hamba-hamba-Nya yang beriman dari kejahatan orang-orang kafir, yaitu selamatnya Nabi Musa dan Harun 'alaihimas salam bersama Bani Israil dari kejahatan Fir'aun dan bala tentaranya. Hadits yang menyebutkan hal ini telah disebutkan di atas.
  2. Meneladani nabi Musa, Harun dan Muhammad 'alaihimus shalatu was salam, yang berpuasa pada hari 'Asyura. Hadits yang menyebutkan hal ini telah disebutkan di atas.
  3. Meneladani para sahabat radhiyallahu 'anhum yang melakukan puasa 'Asyura, bahkan melatih anak-anak mereka untuk melakukan puasa 'Asyura. Hadits yang menyebutkan hal ini telah disebutkan di atas.
  4. Menghapuskan dosa-dosa kecil selama setahun sebelumnya, selama kesyirikan dan dosa-dosa besar dijauhi.
Dari Abu Qatadah Al-Anshari radhiyallahu 'anhu bahwasanya:
وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ؟ فَقَالَ: «يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ»
"Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam ditanya tentang puasa hari 'Asyura, maka beliau bersabda: "Ia dapat menghapuskan dosa-dosa kecil setahun yang lalu."(HR. Muslim)

Tingkatan puasa Tasu'a dan 'Asyura
Para ulama menjelaskan ada tiga tingkatan terkait puasa Tasu'a dan 'Asyura:
  1. Puasa satu hari saja yaitu pada hari 'Asyura. Hadits-haditsnya telah disebutkan di atas.
  2. Puasa dua hari, yaitu hari Tasu'a dan hari 'Asyura. Hadits-haditsnya telah disebutkan di atas.
  3. Puasa tiga hari, yaitu sehari sebelum 'Asyura (yaitu hari Tasu'a), hari 'Asyura dan sehari setelahnya (tanggal 11 Muharram). Pendapat disunahkan puasa sehari setelah 'Asyura ini didasarkan kepada sebuah riwayat dari Ibnu Abbas. Hanya saja ia bukan sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa salam, melainkan perkataan Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu dan sanadnya lemah.
Meski demikian ia bisa dibolehkan berdasarkan keumuman hadits-hadits yang menganjurkan puasa tiga hari setiap bulan. Misalnya hadits,
قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ: أَوْصَانِي خَلِيلِي بِثَلَاثٍ: " صَوْمِ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ، وَصَلَاةِ الضُّحَى، وَلَا أَنَامُ إِلَّا عَلَى وِتْرٍ
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata; "Kekasihkau (Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salam) berwasiat kepadaku dengan tiga hal; puasa tiga hari setiap bulan, shalat dhuha dan tidak tidur kecuali setelah melakukan shalat witir." (HR. Abu Daud, Ahmad, Abu Ya'la, Abdur Razzaq, dan Ibnu Khuzaimah)

Kamis, 01 November 2012

November Wish

Sudah 22 tahun.. Saatnya lebih dewasa.. Harus bisa membedakan mana yang prioritas dan yang bukan,, mana yang harus dilakukan dan mana yang harus dihindari..
22 tahun bukan usia yang muda lagi.. Bukan saatnya berfoya-foya lagi. Harus mulai memikirkan masa depan mau dibawa ke arah mana. Punya adek 5 perempuan semua bukan beban. Jika ikhlas merawat dan mendidik mereka, insya ALLAH akan berguna kelak :))
Impian di bulan november tidak beda jauh dari bulan kemaren. Yang pasti, hanya ingin lebih dekat dengan yang diAtas, proposal selesai, penelitian selesai, lebih dewasa dalam bersikap. Yang penting, ingin berguna bagi sesama..
Aamiinnnn :))

Minggu, 28 Oktober 2012

Pantai Ngebum Kendal

Pagi hari di hari ulang tahun yang sangat rempong.. Dimulai dengan subuh2 nggoreng mendoan, janjian berangkat jam 5, ternyata jam 6.30 baru berangkat :))
Pantai Ngebum berada di pesisir utara Kabupaten Kendal, tepatnya berada di Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Knedal, Jawa Tengah :))
Petualangan 10 orang menaiki 5 motor pun dimulai. dari rute Tembalang, melewati Sampangan, lalu Kalibanteng, bablas Mangkang, dan berujung masuk Kendal :))
Setelah masuk Desa Kaliwungu, nampak tambak dan hutan bakau. Suasana pedesaan pun mulai nampak.. Asri, teduh, dan nyaman. Dengan tiket masuk per orang 10.000, sudah bisa bermain2 di Pantai Ngebum :))
Ombak yang indah dan banyak kursi di pinggir pantai menambah nyaman suasana Pantai. Kondisi pantai yang tidak terlalu landai sehingga bisa lebih leluasa untuk berenang. Bisa menyewa pelampung ban yang banyak disediakan di pinggir pantai. Tinggal memilih ukuran ban yang besar atau kecil, suka-suka saja :))
So, bila berada di sekitar Kaliwungu atau memiliki kesempatan waktu silakan untuk berkunjung di pantai Ngebum dengan harga yang merakyat. Sampai ketemu di cerita jalan2 selanjutnya :))

Selasa, 23 Oktober 2012

Keutamaan Puasa Hari Tarwiyah (8 Dzulhijjah) dan Puasa Hari Arafah (9 Dzulhijjah)




Puasa Hari Tarwiyah (8 Dzulhijjah)

Ketika orang yang berada di Mekah untuk melaksanakan rukun Islam yang ke 5 yaitu pergi haji yang pada tanggal 8 dzulhijjah mereka mabit (bermalam) di kota Mina, Kita yang tidak berhaji disunnahkan (sunnah mu'akad) untuk berpuasa pada hari tarwiyah

Niat Puasa Tarwiyah



نويت صوم ترويه سنة لله تعالى

NAWAITU SAUMA TARWIYAH SUNNATAN LILLAHI TA'ALAH
“ Saya niat puasa Tarwiyah, sunnah karena Allah ta’ala.”

Keutamaan Puasa Tarwiyah adalah

Rasulullah bersabda bahwasnya "barang siapa yang tidak melakukan ibadah haji, maka ia di sunnahkan baginya untuk berpuasa pada hari tarwiyah yaitu hari ke-8 bulan dzulhijjah dimana ia akan memperoleh kebaikan dari Allah berupa pengampunan dosa 1 tahun yang telah lalu" (HR. Bukhori)

Puasa Hari Arofah (9 Dzulhijjah)


Ketika orang yang beribadah haji melakukan mabbit (bermalam) di mina, keesokan harinya pada waktu subuh mereka berjalan menuju padang arofah dimana meraka akan melakukan wukuf hingga matahari tenggelam dengan membaca bacaan talbiyah dan bertakbir. Kita di sunnahkan (sunnah mu'akad) untuk melaksanakan puasa hari Arafah (9 dzulhijjah)

Niat Puasa Arofah


DO'A NIAT PUASA ARAFAH

نويت صوم عرفة سنة لله تعالى

NAWAITU SAUMA ARAFAH SUNNATAN LILLAHI TA'ALAH
“ Saya niat puasa Arafah , sunnah karena Allah ta’ala.”

Keutamaan Puasa Hari Arofah
1. Menghapuskan dosa 1 tahun yang lalu dan 1 tahun yang akan datang

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ
“Puasa Arofah dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.”

2. Nilainya Lebih BAIK & TINGGI dari "JIHAD"

مَا الْعَمَلُ فيِ أَيَّامٍ أَفْضَلُ مِنْهَا فيِ هذَا الْعَشْرِ، قَالُوْا وَلاَ الْجِهَادُ؟ قَالَ: وَلاَ الْجِهَادُ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ يُخَاطِرُ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ بِشَيْءٍ
"Tidak ada amal yang dilakukan pada hari-hari lain yang lebih baik daripada yang dilakukan pada sepuluh hari ini." Para sahabat bertanya, "Tidak pula jihad?" Beliau menjawab, "Tidak pula jihad, kecuali seorang lelaki yang keluar dengan jiwa dan hartanya lalu ia tidak kembali dengan membawa apapun." [H.R. al-Bukhari (969). An-Nawawi berkata dalam Syarh Muslim (3/251)
 "Yang dimaksud dengan sepuluh hari di sini adalah sembilan hari pertama dari bulan Dzulhijjah]

مَا مِنْ أَيَّامِ الْعَمَلِ الصَّالِحِ فِيْهَا أَفْضَلُ مِنْهُ فيِ هذِهِ
"Tidak ada hari-hari yang beramal shalih pada hari itu lebih baik dari-pada yang dilakukan pada hari-hari ini." Yakni sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.
Nabi s.a.w. bersabda; “Tidak ada hari yang paling banyak Allah membebaskan hambanya pada hari tersebut dari neraka dari hari ‘Arafah” (Riwayat Imam Muslim).

3. Termasuk 3 Orang yang Dihormati MALAIKAT

Sabda Rasullullah S.A.W lagi: “Tiga kelompok manusia yang akan dijabat tangannya oleh para malaikat pada hari mereka keluar dari kuburnya yaitu :-
1. Orang-orang yang mati syahid
2. Orang-orang yang mengerjakan solat malam dalam Bulan Ramadhan.
3. Orang berpuasa di hari Arafah.

4. Pahalanya Melebihi Malam Lailatul Qadr

Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada hari-hari lain yang lebih disukai Allah SWT daripada 10 hari pertama di bulan Zulhijah.” Puasa di siang harinya adalah sama dengan puasa setahun penuh, dan ibadah di malam harinya setara dengan ibadah di malam Laylat al-Qadar. (Tirmidzi dan Ibnu Majah).


5. Puasa 8 Hari Penuh, Pahalanya tidak tertandingi dgn amalan manapun
Rasulullah SAW bersabda, “Siapapun yang berpuasa pada tanggal 1 Zulhijah seolah-olah ia ikut dalam Jihad di jalan Allah SWT selama 2.000 tahun tanpa istirahat sedikit pun.
Bagi yang berpuasa di hari kedua seolah-olah ia telah beribadah kepada Allah SWT selama 2.000 tahun dan
puasa di hari ketiga seolah-olah ia telah memerdekakan 3.000 budak di masa Nabi Ismail AS.
Untuk puasa di hari keempat ia menerima ganjaran sama dengan 400 tahun ibadah.
Untuk hari kelima ganjarannya setara dengan memberikan pakaian kepada 5.000 orang yang telanjang,
puasa di hari ke-6 setara dengan ganjaran bagi 6.000 syuhada dan
puasa di hari ketujuh, semua pintu di ketujuh neraka menjadi haram baginya dan
untuk puasa di hari kedelapan, seluruh pintu surga akan dibuka baginya.” Dalam riwayat yang lain disebutkan bahwa puasa pada hari pertama Zulhijah bagaikan telah mengkhatamkan Alquran sebanyak 36.000 kali. 

Ada hadist pula yang mengatakan bahwa Puasa pada hari Tarwiyah menghapuskan dosa satu tahun, dan puasa pada hari Arafah menghapuskan (dosa) dua tahun. Dikatakan hadits ini dloif (kurang kuat riwayatnya) namun para ulama memperbolehkan mengamalkan hadits yang dloif sekalipun sebatas hadits itu diamalkan dalam kerangka fadla'ilul a’mal (untuk memperoleh keutamaan), dan hadits yang dimaksud tidak berkaitan dengan masalah aqidah dan hukum.

Abnu Abbas r.a meriwayatkan Rasulullah s.a.w bersabda:

ما من أيام العمل الصالح فيها أحب إلى الله من هذه الأيام يعني أيام العشر قالوا: يا رسول الله! ولا الجهاد في سبيل الله؟ قال: ولا الجهاد في سبيل الله إلا رجل خرج بنفسه وماله فلم يرجع من ذلك شيء

Tidak ada perbuatan yang lebih disukai oleh Allah SWT, dari pada perbuatan baik yang dilakukan pada sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah. Para sahabat bertanya : Ya Rasulullah! walaupun jihad di jalan Allah? Sabda Rasulullah: Walau jihad pada jalan Allah kecuali seorang lelaki yang keluar dengan dirinya dan harta bendanya, kemudian tidak kembali selama-lamanya (menjadi syahid). (HR Bukhari)

 Wallahu A'lamu